Sentilan
Seorang sahabat “menyentil” saia yang sekarang ada di “dunia autis” yang entah kapan terbentuk lagi tanpa disadari.
Ini membuat saia bertanya : Apa yang sudah terjadi? Kapan dunia itu terbentuk lagi? Kenapa saia bisa ada di dunia itu lagi?
Jujur, ada rasa nggak nyaman. Hanya saja, entah kenapa di dalam ketidaknyamanan itulah saia merasa nyaman. Sendirian diantara keramaian. Hanya ruh tanpa jiwa. Kosong. Lagi-lagi berada dalam keadaan seperti itu. Saia pun sudah merasa ada sesuatu yang salah di sini. Tapi, saia tidak berusaha untuk menyadarinya.
Dan hari ini, “sentilan”nya menarik saia kembali keluar dari sana. Membangunkan saia untuk menyadari kalau ada yang berubah dari diri saia.
Nggak akan cukup kalau hanya dengan kata” -Maaf- dan -Terima Kasih-, tapi hanya kata itu yang bisa saia ucapkan. Maaf karena sudah merepotkan dan membuat kesal, Terima kasih karena sudah membuat saia kembali “terjaga”. Saia gk henti-hentinya bersyukur mempunyai sahabat terbaik.
Yeah, That’s what Friends are for. Saling mengingatkan di saat apapun juga.
-Cheers-